Membangun jejaring komunikasi sesama pegiat maggot, dan perencanaan strategis untuk membangun jejaring, advokasi, audiensi bersama stakeholder
Minggu, 25 April 2021
Bumi Sesungguhnya
Rabu, 24 Maret 2021
Jurnal MIF PPM BSF Serta Support Direktur Pengelolaan Sampah KLHK (video)
|
Suhu ruang rata2 25°C, mempengaruhi suhu reaktor, suhu reaktor
sulit mencapai 35°C. Dimana 35°C adalah minimal suhu reaktor untuk bsfl. |
|
Sampah yang digunakan mayoritas sisa Buah-buahan dari pasar
Induk gedebage berkadar air >90%. Kondisi media yg banyak air menjadikan suhu reaktor hanya
maksimum di angka 30°C (ideal 35°C). Air menyerap panas, suhu reaktor tidak
cukup konstan menguapkannya. Kadar air ideal untuk bsfl adalah 60% - 70%. |
|
Kesimpulannya suhu ruang dan bahan baku mempengaruhi suhu reaktor. |
|
Perlakuan dengan tanpa pengadukkan juga ditengarai Menjadi
faktor lambatnya air menguap ke udara, kandungan air yang terperangkap pada
media membutuhkan perlakuan pembalikkan sehingga membantu air menguap di
udara. |
|
Bahan-bahan yang masih bernutrisi mempengaruhi pada volume bsfl,
semakin bernutrisi (campur) semakin baik. |
|
Pada suhu reaktor di bawah 30°C konversi terhadap kasgot Menjadi
tinggi, yaitu mencapai 60% lebih. Hal ini dimungkinkan Karena bsf lambat
mencerna bahan Organik. Konversi terhadap bsfl relatif berkurang antara 15% -
24% dari konversi terbesar yang pernah kami amati dan catat, yaitu 32%. |
|
Menjadi perbandingan di daerah dengan ketinggian 668,7m dpl
reaktor bsfl hangat dan hampir tidak berbau, yang membedakan di lokasi ini
adalah asupan pakan bsfl dari bekas Sampah Organik hotel, besar kemungkinan
kadar air nya cukup kisaran 60%-70% |
|
asupan s.o.d ttl per box max 12kg |
|
awal hatching, tgl 26/1 @2kg, tgl 8/2 @4kg, tgl 15-16/2 @4kg,
ttl 10kg s.o.d kalaupun lebih yg 4kg mungkin bisa 5kg, jadi maksimal 12kg
s.o.d+kohe ayam |
|
konversi sdh cukup untuk maggot sekitar 16-25% |
|
kasgot nya lebih banyak konversinya 60-75%. |
|
ruang bsf di mif harus di tutup rapat dengan sirkulasi udara yg
cukup, sehingga suhu bisa mudah diatur, termasuk pencahayaan. Ini membantu
juga menghindari predator spt : tikus
, dll |
|
Asupan bahan makanan maggot bsf sebaiknya sisa makanan yg
heterogen, dalam penelitian saya 2010an : buah2an dan sayur2an berkadar air
90%; nasi basi, kue2, roti, tahu, tempe Dll berkadar air 70%; daging &
ikan berkadar air 50%. Maggot ideal di kadar air 60-70%. |
|
Suhu reaktor sepertinya bisa direkayasa juga dengan bahan2
asupan nya menghindari buah2an & sayur. |
|
Karena air menyerap panas dan mendinginkan, sehingga reaktor
berbahan asupan buah2an dan sayur2an saja cenderung lebih dingin dan sulit
mencapai suhu ideal (35°c) |
|
Total max s.o.d 12 jadi maggot 2-3kg, konversi 16% - 25% |
|
Total max s.o.d 12 jadi kasgot 2-3kg, konversi 62% |
Minggu, 14 Maret 2021
BSF DIKETINGGIAN 878 MDPL
Senin, 22 Februari 2021
Sampah Sebagai Bahan Baku Ekonomi Di Masa Pandemi
TANGGAPAN PIDATO MENTERI KLHK DI HPSN 2021
Akhirnya
saya ingin mengajak kita semua untuk kiranya menjadi fokus kita bersama kita
jadikan HPSN 2021 sebagai milestone untuk bergerak, bekerja dan menjadi
masyarakat yang produktif bersama, dengan kolaborasi membangun pengelolaan
sampah yang lebih baik melalui upaya-upaya :
Pertama, Memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam
melaksanakan pengelolaan sampah dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku
ekonomi;
Kedua, Memperkuat partisipasi publik dalam upaya menjadikan sampah
sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah; dan
Ketiga, Memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha
lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan
menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.
Selaku
penanggungjawab pengelolaan sampah nasional saya mengajak
aparat pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dunia usaha, LSM dan komunitas,
organisasi kemasyarakatan, pelajar dan mahasiswa, organisasi keagamaan,
pesantren, organisasi perempuan, ibu-ibu PKK, organisasi kepemudaan, organisasi
profesi dan semua pihak, serta masyarakat luas untuk bergerak dan bekerja dalam
tugas, tanggung jawab, kewenangan, dan kompetensi masing-masing membangun era
baru pengelolaan sampah di Indonesia yang menempatkan:
1) memegang prinsip bahwa pengurangan sampah dan penanganan
sampah sama pentingnya,
2) mendorong perilaku minim sampah sebagai budaya baru
masyarakat Indonesia,
3) mengembangkan sirkular ekonomi dan aplikasi teknologi
ramah lingkungan sebagai fondasi waste to resource,
4) melangkah dalam kolaborasi yang efektif, kreatif dan
membangun kebersamaan, gotong royong; serta
5) pemrosesan akhir yang berwawasan lingkungan. Semua itu
merupakan upaya kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Bersih, Indonesia Maju,
dan Indonesia Sejahtera.
Mari kita bersama-sama berkomitmen, berniat dan
bekerja implementasi dengan tulus, lagi-lagi untuk membangun Indonesia yang
lebih baik, Indonesia yang lebih maju dan lebih sejahtera. Terima kasih.
(Sambutan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Dalam Acara Hari Peduli Sampah
Nasional /HPSN yang diselenggarakan secara online)
Dari angka prosentase
timbulan sampah di atas menyatakan sampah sisa makanan memiliki prosentase
tertinggi yaitu 41,3%. Angka ini bagi Paguyuban Pegiat Maggot (nusantara)
adalah potensi besar untuk dijadikan bahan baku ekonomi sebagaimana disampaikan
Ibu Menteri dalam sambutannya. Hanya saja dalam aplikasi dilapangan Kami/PPM
belum melihat keseriusan pemerintah sebagai penganggung jawab operasional persampahan (mengutip
ucapan menteri LHK) memanfaatkan 41,3% potensi ini menjadi bahan baku ekonomi.
Terkait dengan target
pemerintah dengan 30% pengurangan dan 70% penanganan, meskipun dilapangan masih
menjadi bahan perdebatan mengenai 30% pengurangan ini. Kami Paguyuban Pegiat
Maggot (nusantara) dengan jejaring tersebar di 27 provinsi memberikan masukkan
secara terbuka kepada Ibu Menteri LHK bahwasannya 30% pengurangan itu hanya
dapat dilakukan jika mengolah sampah sisa makanan yang 41,3% tersebut. Dengan
tidak mengabaikan pengolahan sampah lainnya.
Angka tertinggi timbulan sampah berdasarkan sumber
secara berturut-turut sebagai berikut :
1. Tertinggi
Pertama Sampah berasal dari Rumah Tangga sebesar 32,6%
2. Tertinggi
ke dua Sampah berasal dari Pasar Tradisional sebesar 21%
3. Tertinggi
ke tiga Sampah berasal dari Perkantoran sebesar 16,8%
4. Tertinggi
ke empat Sampah berasal dari Pusat Perniagaan sebesar 9,2%
5. Tertinggi
ke lima Sampah berasal dari Kawasan sebesar 8,5%
Upaya pengurangan sampah terkirim ke TPA dengan
melakukan pengolahan sebaiknya dilakukan dengan skala prioritas ; melihat
kondisi sampah. Paguyuban Pegiat Maggot
(nusantara) telah bergerak melakukan pengolahan sampah sisa makanan baik yang
berasal dari berbagai sumber.
Pengolahan dengan metode biokonversi bsf menggunakan larva/maggot bsf. Tercatat
51 ton lebih per hari sampah organic telah kami olah dengan metode ini.
Keterangan :
Dengan melakukan biokonversi bsf di :
- rumah tangga maka pengurangan bisa mencapai 13,46%, hal ini mungkin dan sedang dilakukan namun bergerak perlahan.
- pasar tradisional maka pengurangan bisa mencapai 8,67% (bahkan lebih, mengingat sampah pasar 80% putrescible, damanhuri), jika sampah putrescible 80% maka angka sebenarnya adalah 16,80%, hal ini sangat mungkin dilakukan.
- Perkantoran pengurangan bisa mencapai 6,94%, hal ini sangat mungkin dilakukan.
- Pusat Perniagaan maka pengurangan bisa mencapai 3,8% (bahkan lebih, mengingat sampah pasar 70% putrescible, damanhuri), jika sampah putrescible 70% maka angka sebenarnya adalah 6,44%, hal ini sangat mungkin dilakukan.
- Dengan melakukan pengolahan sampah sisa makanan di pasar dan pusat perniagaan, pengurangan bisa mencapai 23,24%.
Sampah Sisa Makanan Bahan Baku Biokonversi BSF
Penggunaan larva BSF sebagai
pengolah sampah organik merupakan suatu peluang yang menjanjikan, karena larva
BSF yang dipanen tersebut dapat berguna sebagai sumber protein untuk pakan
hewan (ternak), sehingga dapat menjadi pakan alternatif pengganti pakan
konvensional serta hasil sampingannya adalah pupuk cair berasam amino tinggi
dan kompos. BSF mampu mengkonversi sampah organic hingga beberapa kali bobot
tubuhnya kurang dari 24 jam. Circular
Economy dalam Prinsip Pengolahan Sampah
Organik berpedoman pada prinsip mengurangi sampah dan memaksimalkan sumber
daya yang ada.
PPM telah beberapa kali bertatap muka baik langsung
maupun virtual dengan Direrktur Pengelolaan Sampah Direktorat Jenderal PSLB3
Bapak Novrizal Tahar. Di 2020 PPM mengadakan Musyawarah Nasional secara online
dengan rekomendasi hasil MUNAS tersebut sebagai berikut :
Hasil Musyawarah
Nasional
Paguyuban Pegiat
Magot (PPM) Nusantara Ke I
Tahun 2020
Rekomendasi
- Menyarankan Direktorat Pengelolaan Sampah untuk melakukan percepatan Revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Dan Recycle Melalui Bank Sampah, PPM BSF siap membantu;
- Percepatan dalam melaksanakan Pengolahan Sampah Organik dengan Biokonversi Magot BSF, para peserta Munas menyarankan agar Pusat Pelatihan Masyarakat dan Generasi Lingkungan Badan Pengembangan SDM dan Direktorat Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 Kementerian LHK untuk memperbanyak program dan kegiatan pembinaan, pelatihan dan bimbingan teknis serta fasilitasi lainnya kepada anggota PPM Nusantara;
- Disarankan adanya Percontohan (Demplot) pengolahan sampah organik dengan biokonversi Magot BSF yang cukup besar dan dikelola secara professional di tiap Kabupaten/Kota atau sekurang-kurangya di tiap Provinsi.
- Pengolahan sampah organik dengan biokonversi BSF seyogyanya menjadi bagian dalam pembangunan BSI, PDU dan TPS3R.
- Menyarakankan Kementerian LHK untuk menjadi pelopor Pengolahan Sampah Organik dengan Biokonversi BSF sebagai Gerakan Nasional.
- Merekomendasikan adanya Peraturan atau Keputusan Bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pertanian, Menteri PUPR, serta Menteri Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal tentang Gerakan Nasional Pengolahan Sampah Organik Berbasis Masyarakat.
Kamis, 04 Februari 2021
Hulu - Hilir Olah S.O.D
Minggu, 24 Januari 2021
Notulensi Audiensi PPM , DLH Jabar dan Managemen Pasar Caringin
Minggu, 17 Januari 2021
LANGKAH AWAL MENUJU KOLABORASI NASIONAL
LANGKAH AWAL MENUJU KOLABORASI NASIONAL Pada kesempatan audiensi bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia beserta jajaran K...
-
Persoalan Sampah, Teknologi, dan Kegagalan Cara Berpikir Oleh: (Muhammad Ardhi Elmeidian, Ketua Paguyuban Pegiat Maggot Nusantara) Cp. 08172...
-
Kebakaran TPA Jati Waringin Bukan sekedar persoalan operasional melainkan persoalan sistemik Terlihat bahwa kebakaran bukan sek...
-
Update dari yang dilakukan Paguyuban Pegiat Maggot - BSF Nusantara paska webminar 16 april 2022 lalu, dikombinasikan dengan data yang Kami...



